Pengaruh Permainan Tradisional Gobak Sodor Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak Usia 5-6 Tahun di RA Chairunnisa
DOI:
https://doi.org/10.54090/emerald.1306Keywords:
Permainan Tradisional, Gobak Sodor, Interaksi Sosial, Anak Usia Dini, PAUDAbstract
Kemampuan interaksi sosial merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dikembangkan pada anak usia dini karena menjadi dasar dalam membangun hubungan yang positif dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil observasi di RA Chairunnisa Sukoharjo, masih ditemukan anak usia 5-6 tahun yang menunjukkan kemampuan interaksi sosial yang belum optimal, seperti kurang mampu bekerja sama, kurang aktif berkomunikasi, dan belum terbiasa mengikuti aturan dalam kegiatan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional Gobak Sodor terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia 5-6 tahun di RA Chairunnisa Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 anak yang terdiri atas 10 anak laki-laki dan 10 anak perempuan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, checklist perkembangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired Sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan interaksi sosial anak meningkat dari 52,40 pada saat pretest menjadi 82,35 pada saat posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 (< 0,05) sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan permainan tradisional Gobak Sodor terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia 5-6 tahun di RA Chairunnisa Sukoharjo. Permainan Gobak Sodor terbukti mampu meningkatkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mengikuti aturan, berbagi, menghargai teman, dan menyelesaikan konflik sederhana. Dengan demikian, permainan tradisional Gobak Sodor dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak usia dini.




