Pemanfaatan Alat Permainan Edukatif Berbasis Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.54090/emerald.1323Keywords:
Alat Permainan Edukatif, Interaksi Sosial, Permainan Tradisional, Anak Usia Dini, Penelitian Tindakan KelasAbstract
Interaksi sosial merupakan salah satu aspek perkembangan yang harus distimulasi sejak usia dini karena berperan penting dalam membentuk kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berbagi, dan berempati. Namun, hasil observasi awal di RA Chairunnisa Sukoharjo menunjukkan bahwa sebagian anak kelompok B masih mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan teman sebaya sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi sosial anak usia dini melalui pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) berbasis permainan tradisional. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 20 anak kelompok B usia 5–6 tahun di RA Chairunnisa Sukoharjo. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Intervensi dilakukan melalui permainan congklak pada siklus I serta permainan engklek dan lompat tali pada siklus II. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan didukung analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan interaksi sosial anak secara bertahap. Persentase anak pada kategori Belum Berkembang (BB) menurun dari 40% pada pra-siklus menjadi 20% pada siklus I dan 5% pada siklus II, sedangkan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 0% menjadi 10% dan akhirnya mencapai 30% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa APE berbasis permainan tradisional efektif meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, berbagi, dan empati anak. Oleh karena itu, permainan tradisional layak diintegrasikan sebagai strategi pembelajaran sosial dalam pendidikan anak usia dini.




