Neurosains Sebagai Landasan Pembelajaran PAUD: Memahami Otak Anak Untuk Praktik Pedagogi Yang Lebih Baik
DOI:
https://doi.org/10.54090/emerald.1035Keywords:
Neurosains, Pendidikan Anak Usia Dini, Perkembangan Otak, Pembelajaran Berbasis Otak, Pedagogi PAUDAbstract
Neurosains semakin diakui sebagai landasan ilmiah yang penting dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mengingat pesatnya perkembangan otak anak pada rentang usia 0–6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran neurosains sebagai dasar konseptual dan praktis dalam pembelajaran PAUD, dengan fokus pada perkembangan otak anak usia dini, prinsip-prinsip neurosains yang relevan, praktik pedagogi berbasis otak, serta tantangan implementasinya di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) dengan pendekatan systematic literature review sederhana. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional bereputasi, buku ilmiah, serta publikasi akademik yang relevan dengan neurosains perkembangan dan pendidikan anak usia dini. Analisis data dilakukan melalui content analysis dengan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa masa usia dini merupakan periode kritis perkembangan otak yang ditandai dengan tingginya neuroplastisitas, sehingga pembelajaran yang berbasis pengalaman, permainan, stimulasi multisensori, dan hubungan emosional yang hangat sangat efektif dalam mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Namun demikian, implementasi neurosains dalam PAUD masih menghadapi berbagai tantangan, seperti maraknya neuro-myths di kalangan guru, keterbatasan pelatihan neurosains, minimnya literatur praktis, serta kesenjangan antara teori dan praktik pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru PAUD berbasis neurosains dan pengembangan praktik pedagogi yang ramah otak agar pembelajaran PAUD lebih efektif, holistik, dan berbasis bukti ilmiah
