Strategi Penerapan Brain Gym Melalui Pembelajaran Berbasis Bermain Untuk Mendukung Perkembangan Motorik Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.54090/emerald.988Keywords:
Brain Gym, Pembelajaran Berbasis Bermain, Motorik Anak, Perkembangan Anak Usia DiniAbstract
Perkembangan anak usia dini merupakan periode krusial yang dikenal sebagai golden age, di mana kemampuan fisik, kognitif, dan sosial-emosional berkembang pesat dan saling terkait. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi penerapan Brain Gym melalui pembelajaran berbasis bermain serta pengaruhnya terhadap perkembangan motorik anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dilaksanakan di RA Perwanida Mayaran. Subjek penelitian terdiri dari 20 anak usia 4–6 tahun yang mengikuti kegiatan Brain Gym secara rutin dan guru PAUD sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi strategi penerapan serta dampaknya pada keterampilan motorik kasar dan halus anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Brain Gym dalam kegiatan bermain berdampak positif terhadap perkembangan motorik anak, termasuk keseimbangan, koordinasi tubuh, kemampuan berlari dan melompat, serta keterampilan manipulasi benda. Guru melaporkan bahwa anak yang rutin mengikuti kegiatan ini memiliki kepercayaan diri lebih tinggi, partisipasi aktif, dan kemampuan mengikuti instruksi pembelajaran. Selain meningkatkan motorik, Brain Gym juga mendukung peningkatan konsentrasi, kesiapan belajar, dan interaksi sosial anak, sehingga memperkuat perkembangan holistik. Strategi pembiasaan gerakan dilakukan secara bertahap, dari gerakan sederhana hingga kompleks, dengan penggunaan media permainan seperti bola kecil untuk merangsang koordinasi multisensorik. Penelitian ini menegaskan bahwa Brain Gym bukan sekadar stimulasi motorik, tetapi strategi pedagogis efektif dalam pembelajaran berbasis bermain, yang dapat meningkatkan motorik, konsentrasi, dan kesiapan belajar anak. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi pendidik PAUD dalam merancang kegiatan yang holistik, menyenangkan, dan sesuai kebutuhan perkembangan anak usia dini
